Selamat datang di Global Publikasiana! Website yang akan membantu kamu dalam mengembangkan publikasi jurnal nasional dan internasional. Pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai ciri-ciri jurnal terindeks Scopus yang cepat terbit.
Bagi kamu yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai Ciri-ciri Jurnal yang Terindeks Scopus. Kamu dapat menyimak pembahasannya berikut ini.
Pengertian Scopus

Sedangkan jurnal Scopus merupakan database yang memenuhi standar serta reputasi jurnal internasional.
Jika jurnal Sinta merupakan database pustaka nasional, maka Scopus merupakan database untuk jurnal internasional yang telah memiliki reputasi.
Untuk melihat reputasi jurnal internasional bisa dilihat dari kinerja penelitinya.
Scopus sebagai database dimiliki dan dikelola oleh salah satu penerbit karya ilmiah bernama Elsevier.
Saat ini skopus telah memiliki lebih dari 22.000 jurnal ilmiah di berbagai bidang.
Artikel Terkait: Cara Memahami Jurnal Internasional
Ciri-ciri Jurnal Terindeks Scopus

Untuk disebut sebagai jurnal terindeks Scopus, ada beberapa karakteristik penting yang harus dipenuhi.
Di bagian ini, kami akan menjelaskan secara detail ciri-ciri jurnal yang terindeks Scopus. Simak informasi berikut!
1. Mengikuti Kaidah Keilmuan
Ciri pertama dari jurnal terindeks Scopus adalah penulisan yang mengikuti prinsip-prinsip ilmiah.
Tulisan yang tidak berdasarkan ilmu pengetahuan atau tidak memenuhi standar ilmiah tidak dapat disebut sebagai jurnal. Sebaliknya, itu hanya bisa dikategorikan sebagai majalah atau bentuk tulisan lainnya.
2. Ditulis Menggunakan Bahasa Internasional atau Bahasa Resmi PBB
Ciri kedua adalah penggunaan bahasa internasional atau salah satu dari enam bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yaitu Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, Arab, dan Mandarin.
Penggunaan bahasa internasional ini penting untuk memastikan jurnal dapat diakses oleh komunitas ilmiah global. Bahasa yang diakui ini memiliki beberapa indikator penting, seperti:
– Memiliki sejarah panjang dalam penggunaannya
– Diakui sebagai bahasa resmi di beberapa negara
– Dipakai dalam berbagai aspek kehidupan, seperti perdagangan, diplomasi, pendidikan, dan ilmu pengetahuan.
3. Memiliki International Standard Serial Number (ISSN)
Jurnal yang terindeks Scopus harus memiliki ISSN, yaitu nomor standar internasional yang berfungsi untuk mengidentifikasi publikasi jurnal baik dalam format cetak maupun elektronik.
Nomor ISSN ini biasanya dapat dilihat di situs resmi jurnal tersebut, dan menjadi salah satu indikator kredibilitas jurnal internasional.
4. Diterbitkan Secara Daring (Online)
Jurnal yang terindeks Scopus juga wajib memiliki versi daring. Selain versi cetak, jurnal internasional yang terindeks Scopus sering kali menerbitkan artikel dalam format PDF di platform online, di mana pembaca dapat mengunduh versi lengkap artikel ilmiah tersebut.
5. Dewan Redaksi Internasional dari Minimal 4 Negara
Ciri kelima adalah jurnal harus memiliki dewan redaksi yang berasal dari setidaknya empat negara berbeda.
Para anggota dewan ini harus merupakan pakar di bidangnya masing-masing. Keberagaman dewan redaksi ini menunjukkan bahwa jurnal memiliki cakupan global dan diakui oleh berbagai komunitas ilmiah.
6. Ditulis oleh Penulis dari Berbagai Negara
Jurnal yang terindeks Scopus harus memuat artikel yang ditulis oleh penulis dari berbagai negara.
Hal ini menunjukkan kolaborasi internasional dalam penyusunan artikel, sehingga jurnal tersebut bisa disebut sebagai jurnal internasional.
Sebagai contoh, penulis dari setidaknya dua negara berbeda harus berkontribusi dalam setiap edisi atau publikasi jurnal tersebut.
7. Terindeks di Database Internasional
Jurnal yang terindeks Scopus juga harus terdaftar di database jurnal internasional, seperti Web of Science, Scopus, atau database lain yang diakui.
Pengindeksan ini menunjukkan bahwa jurnal tersebut memenuhi standar kualitas yang diakui secara global oleh komunitas ilmiah.
8. Artikel Asli, Bukan Sekadar Review atau Ulasan
Ciri lain yang penting adalah artikel dalam jurnal tersebut harus orisinal, berdasarkan penelitian asli, bukan hanya sekedar review atau ulasan terhadap penelitian lain.
Artikel yang terindeks di Scopus umumnya berisi temuan penelitian baru yang memberikan kontribusi penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
9. Tidak Berasal dari Jurusan atau Institusi Tertentu
Jurnal yang terindeks Scopus tidak boleh terbatas pada lingkup jurusan atau institusi tertentu saja. Ini berarti jurnal tersebut memiliki cakupan luas yang melibatkan berbagai disiplin ilmu dan terbuka bagi peneliti dari berbagai institusi di seluruh dunia.
10. Terbit Secara Teratur
Ciri terakhir adalah konsistensi dalam penerbitan. Jurnal terindeks Scopus harus diterbitkan secara teratur sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Ketidakteraturan dalam penerbitan bisa dianggap tidak profesional dan dapat merugikan kredibilitas jurnal tersebut.
Dengan memenuhi ciri-ciri di atas, sebuah jurnal dapat dikategorikan sebagai jurnal yang terindeks Scopus, yang menunjukkan kualitas dan kredibilitasnya dalam dunia akademik dan ilmiah.
Ingin Publikasi Jurnal Internasional dengan Biaya yang Terjangkau dan Cepat Terbit? Segera Konsultasikan Sekarang Juga!
Cara Publish Jurnal Scopus

Sebelum mempelajari cara submit jurnal ke Scopus, sebaiknya kalian memahami terlebih dahulu bagaimana cara mencari jurnal yang terindeks di Scopus.
Sebagai contoh, kami menggunakan jurnal Agrivita dari Universitas Brawijaya yang sudah terindeks Scopus. Untuk mengaksesnya, cukup cari Agrivita Journal di browser pilihan kalian.
Setelah menemukan situsnya, ikuti langkah-langkah berikut untuk mengirimkan jurnal ke Scopus:
1. Siapkan artikel terbaik yang sudah kalian buat.
2. Sesuaikan naskah artikel dengan template yang disediakan oleh jurnal Agrivita.
3. Setelah sesuai, klik tombol submit untuk mengirimkan naskah.
4. Untuk mempercepat respon, kirim juga notifikasi melalui email ke tim jurnal.
5. Tim editor akan segera memproses naskah yang kalian kirimkan.
6. Jika artikel diterima (accepted), mereka akan mengirimkan *Letter of Acceptance* (LOA) kepada penulis yang terpilih.
Langkah-langkah ini akan membantu kalian dalam proses pengiriman jurnal ke Scopus dengan lebih lancar.
Akhir Kata
Mungkin itu saja yang dapat kami sampaikan mengenai Ciri-ciri Jurnal Terindeks Scopus yang cepat terbit. Semoga informasi tersebut dapat bermanfaat bagi kita semua.










Leave a Reply