Halo dan selamat datang di Global Publikasiana! Dalam dunia akademik Indonesia, publikasi ilmiah memegang peranan penting dalam mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan pengembangan karier dosen maupun peneliti.
Salah satu indikator kualitas jurnal nasional yang diakui oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi adalah melalui sistem indeksasi Science and Technology Index (Sinta).
Klasifikasi Sinta memberikan penilaian terhadap jurnal berdasarkan berbagai indikator kinerja dan kualitas.
Di antara enam peringkat yang tersedia, Sinta 2 merupakan salah satu yang paling banyak diburu oleh peneliti karena posisinya yang tinggi dan bergengsi. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah, Sinta 2 nilainya berapa?
Artikel ini akan menguraikan secara komprehensif mengenai nilai Sinta 2, bagaimana penilaian dilakukan, serta apa implikasinya terhadap mutu jurnal dan kontribusinya dalam sistem pendidikan tinggi di Indonesia.
Apa Itu Sinta?

Sinta (Science and Technology Index) adalah sistem informasi penelitian berbasis web yang dikembangkan oleh Kemendikbudristek untuk mengukur kinerja publikasi dosen, peneliti, dan institusi.
Sinta mencakup data bibliometrik dari berbagai database nasional maupun internasional, seperti Google Scholar, Scopus, dan Garuda.
Tujuan utama Sinta adalah menyajikan gambaran objektif tentang produktivitas dan dampak ilmiah individu, institusi, maupun jurnal.
Salah satu fitur penting dalam sistem ini adalah peringkat jurnal nasional, yang diklasifikasikan ke dalam enam strata, yaitu Sinta 1 sampai Sinta 6.
Di dalam sistem ini, Sinta 1 merupakan peringkat tertinggi, disusul oleh Sinta 2, dan seterusnya hingga Sinta 6 sebagai peringkat terendah.
Sinta 2 Nilainya Berapa?

Pertanyaan “Sinta 2 nilainya berapa?” merujuk pada skor atau rentang nilai yang digunakan untuk menentukan apakah sebuah jurnal berada pada peringkat Sinta 2.
Berdasarkan pedoman akreditasi jurnal ilmiah terbaru dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi, penilaian jurnal untuk mendapatkan peringkat Sinta menggunakan skor akhir akreditasi dengan skala 0–100.
Secara umum, rentang nilai untuk setiap peringkat Sinta adalah sebagai berikut:
- Sinta 1: Nilai ≥ 85
- Sinta 2: Nilai 70 – 84
- Sinta 3: Nilai 60 – 69
- Sinta 4: Nilai 50 – 59
- Sinta 5: Nilai 40 – 49
- Sinta 6: Nilai < 40
Dari data di atas, dapat disimpulkan bahwa Sinta 2 memiliki rentang nilai antara 70 hingga 84. Artinya, jurnal yang mendapat nilai akhir akreditasi di antara 70 dan 84 akan mendapatkan peringkat Sinta 2.
Nilai ini mencerminkan mutu jurnal dari berbagai aspek, seperti kualitas artikel, manajemen jurnal, keberlanjutan terbitan, dan rekam jejak editorial.
Maka dari itu, Sinta 2 bukan hanya sekadar peringkat administratif, melainkan cerminan dari kualitas ilmiah dan profesionalisme pengelola jurnal.
Baca Juga: Biaya Publikasi Jurnal Sinta 2
Indikator Penilaian Menuju Sinta 2

Mencapai peringkat Sinta 2 bukanlah perkara instan. Ini adalah hasil dari proses panjang yang mencerminkan keseriusan pengelola jurnal dalam menjaga mutu dan profesionalisme.
Bagi jurnal ilmiah di Indonesia, Sinta 2 bukan hanya soal reputasi, tapi juga menjadi bukti nyata bahwa jurnal tersebut layak diakui secara nasional.
Lalu, apa saja indikator penilaian yang harus dipenuhi sebuah jurnal agar bisa lolos akreditasi dan masuk ke jajaran jurnal Sinta 2?
1. Kualitas Isi
Penilaian pertama dilihat dari kualitas konten. Jurnal harus konsisten memuat artikel yang sesuai dengan fokus dan ruang lingkupnya.
Selain itu, artikel yang dipublikasikan wajib menunjukkan unsur keaslian, kebaruan, serta memberikan kontribusi ilmiah yang relevan dan signifikan.
Tak kalah penting, penulisan artikel harus mengikuti kaidah ilmiah yang baik dan benar—mulai dari struktur tulisan, penggunaan referensi, hingga format kutipan yang rapi.
2. Proses Editorial dan Review yang Terbuka dan Ketat
Sebuah jurnal tidak hanya dinilai dari isinya, tapi juga dari bagaimana proses editorial dijalankan. Penilaian mencakup sejauh mana proses peer review dilakukan secara adil, jelas, dan terstruktur.
Selain itu, tim reviewer juga harus memiliki latar belakang keilmuan yang kuat dan beragam. Proses editorial yang transparan serta terdokumentasi dengan baik menjadi poin plus yang menunjukkan kredibilitas jurnal.
3. Manajemen dan Tatakelola
Aspek manajemen jurnal menjadi bagian penting dalam penilaian. Mulai dari penggunaan sistem editorial berbasis daring (online journal system), konsistensi dalam jadwal terbit, hingga profesionalitas pengelola jurnal semuanya turut dipertimbangkan.
Jurnal yang dikelola secara profesional akan lebih dipercaya oleh penulis dan pembaca.
4. Kualitas dan Kuantitas Penulis
Poin ini menekankan pentingnya keragaman afiliasi penulis. Jurnal yang baik tidak hanya memuat artikel dari institusi pengelola saja, tetapi juga melibatkan penulis dari berbagai universitas atau lembaga berbeda.
Selain itu, jumlah artikel yang diterbitkan dalam satu volume juga harus proporsional dan berkualitas, bukan sekadar banyak.
5. Visibilitas dan Dampak
Indikator terakhir adalah soal visibilitas dan dampak jurnal secara nasional maupun internasional. Jurnal yang telah terindeks di berbagai database nasional dan global akan mendapat nilai lebih.
Tak hanya itu, seberapa sering artikel dalam jurnal dikutip, termasuk peringkat Google Scholar Metrics-nya, juga ikut menentukan posisi jurnal dalam sistem penilaian.
Mengapa Peringkat Sinta 2 Penting?

Peringkat Sinta tidak hanya menjadi simbol kualitas jurnal, melainkan juga berpengaruh besar terhadap pengembangan karier akademik. Berikut beberapa alasan mengapa peringkat Sinta 2 sangat penting:
- Pengakuan Nasional: Jurnal Sinta 2 diakui secara resmi oleh pemerintah sebagai jurnal ilmiah nasional bereputasi.
- Poin KUM Dosen: Artikel yang dipublikasikan di jurnal Sinta 2 memberikan kontribusi nilai yang signifikan dalam penilaian angka kredit untuk jabatan fungsional dosen.
- Daya Tarik bagi Penulis: Peringkat yang tinggi membuat jurnal lebih menarik bagi para penulis untuk mengirimkan naskah berkualitas.
- Dukungan Institusi: Banyak perguruan tinggi memberikan dukungan pendanaan atau insentif bagi jurnal internal yang berhasil mencapai Sinta 2 atau lebih tinggi.
- Kemudahan Kolaborasi: Jurnal dengan peringkat tinggi lebih mudah membangun kerja sama dengan institusi nasional dan internasional.
FAQ
Jurnal harus melalui proses akreditasi nasional melalui sistem ARJUNA dan memenuhi kriteria penilaian seperti kualitas konten, manajemen editorial, keberlanjutan terbitan, serta visibilitas dan dampak.
Perbedaan utamanya terletak pada skor akreditasi. Sinta 1 memiliki nilai minimal 85, sementara Sinta 2 berada di rentang 70–84. Sinta 1 merupakan peringkat tertinggi dalam sistem Sinta.
Sinta 2 adalah peringkat dalam sistem indeksasi jurnal nasional Indonesia, Sinta (Science and Technology Index), yang menunjukkan bahwa jurnal tersebut memiliki kualitas tinggi dan memenuhi kriteria akreditasi dengan nilai antara 70 hingga 84.








Leave a Reply