Halo Sobat publikasi, kembali lagi di Global Publikasiana! website yang akan membantu kamu dalam mempublikasikan jurnal baik nasional dan internasional. Pada artikel kali ini kita akan membahas mengenaai Cara Menulis Footnote dari Jurnal 2 Pengarang.
Bagi kamu yang ingin mengetahui lebih jauh, kamu dapat menyimak pembahasannya berikut ini.
Pengertian Footnote

Footnote adalah istilah yang berasal dari bahasa Inggris, sering disebut juga sebagai catatan kaki.
Meskipun ada yang lebih suka menggunakan istilah footnote atau catatan kaki, keduanya memiliki fungsi yang sama yaitu memberikan referensi atau acuan untuk mendukung suatu karya ilmiah.
Seperti halnya kaki yang berada di bagian bawah tubuh, footnote atau catatan kaki ditempatkan di bagian bawah halaman sebuah karya ilmiah atau buku.
Penulisan footnote juga berbeda dengan teks utama, terutama dalam ukuran huruf yang lebih kecil dibandingkan teks utama.
Fungsi Footnote Dalam Karya Ilmiah

Biasanya, terdapat lebih dari satu footnote dalam sebuah karya ilmiah atau buku. Footnote ini memberikan kejelasan tentang referensi atau acuan yang digunakan penulis.
Angka dalam catatan kaki disebut subskrip, membantu pembaca memahami maksud penulis dan mendukung keaslian karya ilmiah, sehingga terhindar dari plagiarisme.
Cara Membuat Footnote dari Jurnal

Setelah memahami apa itu footnote, berikut adalah langkah-langkah membuat catatan kaki dari jurnal:
1. Selesaikan Tulisan: Tambahkan catatan kaki setelah menyelesaikan tulisan Anda. Catatan kaki biasanya dicantumkan setelah ide yang diambil dari sumber.
Contoh:
Merujuk pada jurnal-jurnal yang diterbitkan Star, Reskia adalah penulis blog post di blog saya yang menyajikan karya ilmiah.
2. Memberi Angka Arab: Tambahkan angka Arab (1, 2, 3, 4, …) setelah kalimat utama yang membutuhkan referensi.
3. Beri Indentasi: Catatan kaki perlu diindentasi sesuai pedoman penulisan institusi Anda.
4. Tulis Berdasarkan Elemen: Ikuti unsur-unsur yang telah dijelaskan sebelumnya dalam penulisan catatan kaki.
5. Atur Jarak Antar Angka: Pastikan jarak antar angka pada catatan kaki satu spasi.
Contoh Penulisan Footnote

Berikut adalah beberapa contoh penulisan footnote berdasarkan jumlah pengarang:
1. Footnote 1 Pengarang
Template: Nomor kutipan Nama Pengarang, Judul Buku (Kota Penerbit: Nama Penerbit, Tahun, Penerbitan), hal. Nomor halaman.
Contoh: ¹Chairil Anwar, Deru Campur Debu, (Jakarta: PT GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA, 1992), hal. 9.
2. Footnote 2 hingga 3 Pengarang
Template: Nomor kutipan Nama Pengarang 1 dan Nama Pengarang 2, Judul Buku (Kota Penerbit: Nama Penerbit, Tahun, Penerbitan), hal. Nomor halaman.
Contoh: ¹Joko Budiman dan Armand Setiadi, Struktur Atom (Jakarta: Bina Sanjaya, 1996), hal. 50-68.
3. Footnote Lebih dari 3 Pengarang
Template: Nomor kutipan Nama Pengarang dkk, Judul Buku (Kota Penerbit: Nama
Penerbit, Tahun, Penerbitan), hal. Nomor halaman.
Contoh: ¹Siti Nurhaliza dkk, Pengantar Fisika (Bandung: CV Andi Offset, 2000), hal. 77-89.
Kesimpulan
Dengan memahami dan menerapkan footnote, keaslian karya ilmiah Anda akan semakin terverifikasi.
Ini penting untuk menghindari plagiarisme dan memberikan referensi yang jelas kepada pembaca. Oleh karena itu, penggunaan catatan kaki sangat dianjurkan dalam penulisan karya ilmiah atau buku.
Mungkin itu saja yang dapat kami sampaikan mengenai Cara Menulis Footnote dari Jurnal 2 Pengarang. Semoga informasi tersebut dapat bermanfaat bagi kita semua.
FAQ
Dalam catatan kaki pengarang dituliskan lengkap dengan tidak mengalami perubahan apa-apa. Sedangkan dalam daftar pustaka nama pengarang harus disusun berdasarkan abjad huruf awal nama familinya. Tujuan utama dari catatan kaki adalah mengidentifikasi lokasi yang spesifik dari karya yang dikutip.
Secara umum footnote atau catatan kaki adalah sebuah catatan untuk menuliskan sumber kutipan sebuah artikel yang letaknya berada di bagian paling bawah halaman. Fungsinya sebenarnya sederhana, yakni sebagai sumber informasi lanjutan yang lebih detail dari sebuah kutipan.
Cara menulis footnote dari buku dimulai dari nama depan penulis nama belakang, judul buku (huruf miring), edisi buku (kota penerbit, nama penerbit, tahun), halaman yang dikutip. Sri Utami dkk, Bahasa Inggris Level 5 (Yogyakarta: PT. Gramedia: 2003)…









Leave a Reply